Banyak orang masih mengira ternak domba itu usaha sampingan orang kampung. Padahal angkanya cukup menarik untuk dilirik. Tapi ada sisi yang jarang dibahas, yaitu peternak kecil bisa jadi korban kalau jualannya asal-asalan. Kita bahas dua-duanya secara transparan.
Permintaan domba itu nyata dan naik
Kementerian Pertanian memperkirakan kebutuhan hewan kurban 2026 naik sekitar 3,82 persen, atau bertambah 86.727 ekor dibanding tahun sebelumnya. Ini bukan lonjakan sesaat satu tahun saja. Data iSIKHNAS mencatat pemotongan hewan kurban nasional tahun 2025 naik 11,5 persen dari 2024. Orang yang berkurban makin bertambah banyak, dan itu merupakan ceruk pasar loyal yang datang rutin setiap tahun. Bisnis.com RCTI+
Permintaan juga tidak pernah berhenti di perayaan kurban semata. Pemotongan dam haji di dalam negeri tahun 2026 diperkirakan mencapai 10.779 ekor kambing atau domba, dengan nilai perputaran ekonomi sekitar Rp28 sampai Rp30 miliar. Belum lagi serapan harian dari jasa aqiqah, warung sate dan gulai, hingga katering pesta. Satu kandang peternakan terintegrasi sebenarnya bisa melayani beberapa pintu penjualan sekaligus secara berkelanjutan. Kementan via Bisnis
Tapi stoknya juga melimpah, jadi jangan buru-buru
Ini bagian yang harus dibaca pelan-pelan dan dicermati dengan kepala dingin. Menurut data Kementerian Pertanian, ketersediaan domba nasional mencapai 935.690 ekor, sementara perkiraan kebutuhannya sekitar 466.086 ekor. Artinya, terjadi surplus sekitar 469.604 ekor. Pasokan hampir dua kali lipat lebih besar dibanding angka kebutuhan kurban. Kementan
Mengapa peternak kecil rentan merugi?
Dampak dari kelebihan pasokan ini sangat terasa di level peternak rakyat pedesaan. Anggota DPRD Jawa Timur sempat menyoroti fenomena harga domba hidup 20 kilogram di daerahnya anjlok hingga sekitar Rp500 ribu, dan anakan domba (cempe) bahkan hanya dihargai Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per ekor. Angka itu jelas jauh dari kata untung jika dihitung cermat dengan akumulasi biaya pakan harian dan waktu pemeliharaan berbulan-bulan. JatimTimes
Penyebab utamanya bukan melulu soal kelebihan stok. Pengamat agribisnis menilai fluktuasi harga di tingkat konsumen lebih dipengaruhi oleh persoalan rantai distribusi daripada pasokan riil. Selisih harga dari kandang peternak sampai ke tangan pembeli akhir di kota-kota besar bisa terpaut selisih Rp3 juta sampai Rp7 juta pada sapi, dan polanya persis sama pada ternak kambing/domba.
Di tingkat konsumen kota, harga kambing dan domba kurban dari berbagai penyedia berkisar Rp1,5 juta sampai Rp9 juta tergantung jenis ras (Dorper, Merino, Texel) dan bobot hidupnya. Peternak yang mampu menjual langsung ke pembeli memegang posisi tawar yang jauh lebih kuat dan nyaman dibanding peternak yang cuma pasrah menyetorkan hewannya ke tengkulak perantara. Bisnis Analisis
Jadi, di mana peluangnya? (5 Strategi Kunci)
Melihat situasi di atas, apakah bisnis domba masih layak digeluti? Jawabannya: Sangat layak, asalkan Anda tidak lagi memakai pola pikir peternak konvensional yang menunggu tengkulak datang. Berikut 5 langkah taktis untuk meraup cuan maksimal:
Jual Langsung, Jangan Lewat Berlapis-lapis Perantara
Kuncinya ada pada rantai penjualan. Peternak yang membangun basis pembeli langsung (teman kantor, komunitas masjid, keluarga, rekan bisnis) mampu menahan margin keuntungan bersih 30% hingga 50% lebih tinggi. Dari sisi waktu, lonjakan transaksi hewan kurban mulai padat sekitar 20 hari sebelum Idul Adha. Karena itu, promosi di media sosial dan pembukaan katalog harus sudah digencarkan jauh-jauh hari. BabelInsight
Terapkan Sistem Pre-Order (PO) dan Uang Muka (DP)
Contoh sukses peternak di Bekasi menunjukkan bahwa membuka pesanan lebih awal, merawat domba di kandang hingga hari H, dan meminta pembayaran uang muka (DP) separuh (50%) adalah strategi cerdas menjaga arus kas. Uang DP tersebut langsung diputar untuk operasional pakan atau menambah stok hewan baru tanpa perlu pinjaman modal berbunga. NU Online
Naik Kelas ke Hilir (Studi Kasus Difa Baiti Jannati Farm)
Contoh inspiratif datang dari Difa, peternak muda yang mengawali usahanya dari 40 ekor hingga kini memiliki lebih dari 250 ekor. Ia bermitra dengan 4 peternak breeding dan penggemukan (fattening), serta rutin memasok warung sate kambing di Tegal sebanyak 3 hingga 5 ekor setiap minggunya. Ia juga tidak hanya menjual ternak hidup, melainkan mengolah kotoran padat menjadi kompos organik dan merintis kedai olahan domba siap santap. GNFI
Sulap Limbah Kandang Jadi Mesin Pemasukan Baru
Kajian riset strategi agribisnis domba menempatkan limbah kotoran dan urin sebagai peluang cuan yang kerap terlewatkan. Kandang panggung yang higienis mampu memisahkan urin dan kotoran padat secara otomatis. Pupuk kandang fermentasi (kohe halus) sangat diburu oleh petani hortikultura, perkebunan alpukat, hingga tanaman hias perkotaan. Satu kandang menghasilkan dua sumber omzet sekaligus. Jurnal Unitri
Pilih Lokasi & Sumber Daya Pakan dengan Cerdas
Populasi kambing dan domba terbesar di Indonesia terkonsentrasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di sentra-sentra produksi seperti Nganjuk, Kediri, dan Malang Raya, ketersediaan pakan hijauan dan limbah pertanian (tebon jagung, konsentrat) sangat melimpah, namun kompetisi peternak juga tinggi. Kuncinya: ciptakan keunggulan bersaing, seperti kualitas genetik domba yang gemuk padat (cross Dorper atau Texel) dan layanan garansi hewan sehat. RRI Nasional
Hitung-hitungan yang jangan dilewatkan
Menurut ulasan di Bisnis.com, ternak untuk kurban umumnya dipelihara dalam kurun waktu satu sampai dua tahun sebelum siap dijual. Artinya modal berputar cukup lama, dan apabila harga pasar sedang tertekan di musim panen raya, risikonya bisa sangat menguras tenaga dan modal. Bisnis.com
Supaya bisnis domba Anda tetap kokoh dan menguntungkan di tengah dinamika pasar, pegang teguh 4 prinsip operasional berikut:
- Hitung biaya pakan harian per ekor secara rinci sebelum membeli bibit. Jangan asal beli anakan murah tanpa menghitung kebutuhan nutrisi protein dan serat kasar sampai mencapai bobot target.
- Jangan menaruh seluruh stok domba pada satu momen kurban saja. Diversifikasikan penjualan ke pesanan aqiqah bulanan, katering pernikahan, suplai warung sate, hingga penjualan bibit bakalan (breeding).
- Catat pembukuan keuangan dari awal, sekecil apa pun skalanya. Pisahkan uang operasional kandang dengan uang belanja keluarga agar cashflow peternakan terpantau sehat.
- Mulai dari skala yang tidak membuat panik saat harga berfluktuasi. Mulai dari 5 hingga 10 ekor terlebih dahulu untuk menguasai manajemen pakan, kesehatan ternak, dan ritme pasar lokal.
"Kunci bertahan di bisnis domba bukan seberapa banyak ekor yang Anda miliki saat hari raya, melainkan seberapa cerdas Anda mengendalikan biaya pakan harian dan membangun jalur pembeli langsung tanpa tercekik perantara."
Penutup: Mulai Langkah Aman Bersama Peternakan Domba
Bisnis domba di tahun 2026 jelas bukan jalan pintas untuk langsung kaya mendadak dalam semalam, tapi jelas bukan pula sektor usaha yang suram atau sudah habis. Pasar hewan kurban dan dam haji justru terus merekah dari tahun ke tahun. Sementara pasokan yang melimpah menuntut peternak untuk lebih jeli, rapi soal biaya, dan kreatif menggarap rantai hilirnya.
Yang bertahan dan menuai untung adalah mereka yang disiplin mengontrol efisiensi pakan, memiliki basis konsumen setia, dan berani berinovasi.
Kalau Anda berniat memulai atau ingin mengembangkan kapasitas kandang yang sudah ada, Peternakan Domba siap menjadi teman ngobrol dan mitra bertumbuh. Kami siap membantu mulai dari pemilihan bibit berkualitas, desain kandang panggung modern, formula pakan silase hemat biaya, hingga strategi penjualan. Kita mulai dari yang kecil dulu, yang paling penting jalan dan menghasilkan.